Selasa, 11 Januari 2011

Menilik sebentar Kampus

Setiap kali saya mengingat acara kamus setiap itu pula merasa darah perjuangan mengalir deras. Seperti pembela negeri yang teramat heroik. Para hero dadakan yang bertempur selama mereka dalam suatu jabatan... setelahnya, maka itu seperti tinggal kenangan. Begitulah kampus selayak miniatur bangsa. Ada sebuah pemerintahan, rakyat, dan permainan politik mini di dalamnya. Mengenang kampus tak lebih seperti sebuah sistem yang dipakai para pelajar politik menguasai medan.
Namun, setelah lama meninggalkan kampus, apakah kondis itu masih berlaku? ataukah semakin baik perkembangan politik di sana, namun perlu ralat yang lebih cantik dalam penjelasannya. Bukan keseluruhannya, namun adalah organisasi2 mahasiswalah yang seringkali menjadi tempat teduh bagi sang pembawa bendera politik ini.
Sebenarnya tak banyak sesalah bagi mereka untuk mengajar politik di kampus. Itu bagus bahkan sangat mendewasa, namun jika hal ini terlampau ofer dosis, maka pelajaran itu bukan menghasilkan ilmu, namun justru membawa mahasiswa pada skeptisme alur pikir.
Jika sudah demikian maka kampus bukan menjadi arena belajar, namun justru menjadi pemasok anggota partai politik atau bisa dikatakan sebagai mesin produksi bagi sebuah parpol. Namun, hal ini justru banyak dikaitkan dengan sebuah moment pembelajaran. dengan alasan inilah maka politik menjadi kiblat sebagian mahasiswa yang terlampau demam politik. Jelas hal ini tidak sehat.
Oleh karena itu, demi menciptakan arena belajar, bukan arena produksi, maka politik sebaiknya dimainkan dalam porsi yang wajar di kampus. Agar pembelajaran itu menjadi mental yang baik bagi para manusia yang anntinya akan menjadi penerus bangsa.

Kamis, 30 Desember 2010

Menuntaskan Akhir Perhitungan

Banyak yang telah kita lalui di tahun ini. Sebuah catatan yang mengenang masa tahun ini dan mengukir rencana di tahun depan. Adalah seorang makhluk Tuhan yang belajar berjalan dan memahami petunjuk Tuhan melalui alam yang terhampar.
Mengingat2 apa yang terjadi di tahun ini sama hal nya dengan evaluasi untuk memperbaiki diri. Bukan sekadar bercerita, amun lebih dari itu... adalah dengan mental ingin menjadi lebih baik lagi.. Karena Rasul pun menginginkan hambanya selalu lebih baik dari hari kemarin. Keberuntungan bagi mereka yang terus memperbaiki diri menuju kebaikan.
Yang paling membuat tahun ini terasa berbeda adalah kehadiran putri pertamaku... Avucenna Sang Abid Annavi. Perjalanan kami sampai pada suatu hari yang sangat dinanti, membahagiakan sekaligus menyemangati. Kehidupan ini penuh sesuatu yang tanpa terdua, Tahun ini dia hadir sebagai karunia terbesar dari Allah untuk kami. Semoga kami bisa menjadi orang tua yang baik. yang mapu memberikan yang terbaik untuk dia. Semoga menjadi putri yang manis, sholehah, penyayang, manfaat untuk sekitarnya. Bagi kami dia adalah harta terbesar dari kehidupan hari ini. Buah hati yang tak mungkin terlepas dari pohon kasih sayang kami. Menjadi orang tua dan belajar menjadi orang tua sebenarnya bukanlah perkara main2 yang bisa diupdatekan melalui jejaring sosial atau dibicarakan dengan nada yang sedikit dilebih2kan. Namun menjadi orang tua yang sebenarnya adalah kepatutan yang harus terus dihidupkan dalam nafas keseharian kita, hingga nanti ketika pertanggungjawaban itu diminta oleh Sang Penitipnya...
Melihat cenna tumbuh dan bersamanya di tahun ini menjadi obat sepi bagi rumah kami di awal tahun ini. Tangis dan tawanya menjadikan rumah lebih bernyawa. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya kami memiliki kado istimewa dariMu itu.
Tahun ini juga, alhamdulillah pekerjaan lancar. Rezeky Allah masih melimpah untuk kami sekeluarga. Mas banyak job yang sifatnya masa depan, semoga ini terus bisa lancar dan menjadi dasar bagi sebuah moment yang dicita2kan. Mas juga telah menerbitkan buku Matematikanya berjudul "Quantum Quadrat" bersama APIQ, lembaga belajar khusus mempelajari matematika. Tampak sekali paska terbitnya buku ini dia sangat antusias untuk lebih giat menulis. Beberapa tuisannya juga sudah hampir beres untuk diterbitkan. Targetnya minimal satu tahun menerbitkan satu buku. Hmmm membuat aku iri. Bukankah cita2ku menjadi penulis? tapi sampai sekarang memang belum ada satupun naskah buku yang aku bisa produksi. Sepertinya ni yang harus diperbaiki tahun depan. Bismillah... Ya Allah Yang Mddenyisipkan keinginan di dada manusia, kabulkan niat ini... amiinnn...
Rupanya jejaring sosial menjadi modal yang paling baik untuk memulai sesuatu. Akhir tahun nie, rasanya gatel banget liat banyak bisnis bermunculan dari jejaring sosial, anehnya, peminatnya jga lumayan loh.. makanya ga ada salahnya bembuat yang beda. Bisnis apa ya... awalnya bingung, maka keputusan membuat nama angkutan barang ternyata mengundang respon yang lumayan dari temen lama dan baru. Intinya di sini aku tak canggung menawarkan produk. beda baget ketika jual baju atau makanan, apapun itu saya meraa seeelslu gagal. Baiklah, walaupun cewek, namun bergabung dengan para peman di dunia logistik tak ada salahnya kan.... Ternyata beberapa hari kemudian, permintaan pun mulai datang. Awalnya adalah pertamina yang pengen rekrut rekanan. Bismillah semoga tahun 2011 bisa melanjutkan project ini. Banyak yang harus disusun agar perkembangannya terus naek. Dan beberapa lainnya lagi siap project baru yang siap mencari kita.
Tahun ini memang juga banyak tantangan. Kami diajak belajar bijak... pasalnya sangat ga ngrti jika ada orang kos namun lagaknya melebihi yang punya rumah. mungkin tahun ini kita harus sabar, tahan diri dulu untuk berkunjung.... semoga Allah memberi kesabaran. Amiinnn.

Senin, 20 Desember 2010

Menu bikin jadi RT

serasa jadi ibu rumah tangga bener2 kalo masak n belajar serta ngamatin dunia dapur... hmm... muncul lagi keiginan menggeluti dunia catering dan menu2 nya yg unik dan menggugah perut ini.