Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

Posyandu dan PIN

Mengunjungi posyandu, terus terang ini adalah kali pertama, sejak Cenna lahir, sudah 16 bulan... Awalnya cenna sengaja tak ikut posyandu di RW, hanya rutin berkunjung ke bidan dan patuh pada jadwal imunisasi dan timbang BB... Namun berjalannya waktu, umur 6 bulan tak selalu tiap bulan harus imunisasi, sedang datang ke bidan hanya untuk timbang rasanya ga enak, gratis. Ini yang membuat saya melirik kembali posyandu, namun saya masih belum bisa datang sendiri membawa Cenna untuk timbang di POs Pelayanan Terpadu untukbalita itu. Bagi saya, cukup Teh mala aja, pengasuh Cenna yang ke sana. Namun, Semalam ketika bu RT datang ngasih undangan Imunisasi campak dan polio bersama.... saya sedikit berfikir, apa sebaiknya saya izin aja, tapi pake alasan apa... Sakit?? ah terlalu beresiko, kami sehat saja, klo bohong sakit malah jadinya beneran lagi ntar... Ok  akhirnya malam aku putuskan tetap dengan teh Mala berangkat ke posyandu. Namun, paginyapas mau berangkat, tetangga depan rumah yang juga ibu ketua Rt bilang... "Neng, klo mau ke posyandu bilang aja suruh duluin... soalnya mau kerja... " Katanya memberitahuku.
Dari sana mulai berfikir, bentar gitu... kalau gitu bisa aja izin telat aja. Lagipula tempatnya ternyata dekat... Langsung kami, aku dan Cenna berangkat saja... Sampai di tempat, rame.. banyak ibu dan anaknya... mereka datang dan mendaftar sambil membawa kms dan undagan imunisasi. Aku datang, mendaftar, dan saatnya timnang BB buat CEna... Haha, baru mau disodorkan k jembaran, Cenna telah menjerit, mungkin dia melihat model timbngan yang menggantung aneh itu, atau kawatir karena memang ramai banyak orang dari puskesmas, RW maupun ibu anak. Alhamdulillah, meski nangis takut, BB Cenna naik, sekrang 9,4 kg. 
Setelah pos timbang, saat nya pos imunisasi campak, hanya diberi dua tetets cairan dalam botol plastik bening pada moment ini Cenna kembali histeris. Sedang aku berusaha memegangi agar cairannya tak tumpah dan masuk sepenuhnya. Pos terakhir adalah pos yang lumayan tegang. Di sini, diberikan imun polio, dimana imunnya dimasukkna melalui jarum suntik. Apalagi anak, orang tua saja terkadang banyak yang ngeri melihat jarum suntik, terlebih merasakannya. Disini tentu saja Cenna kembali menangis, rasa sakit dan suasana yang menengangkan membuat teriakan Cenna lebih kencang.. Setelah itu, ada bubur sumsum kacang hijau dan kutek merah penanda telah diimunisasi di berikan oleh kader posyandu. Sekarang Cenna diem. ganti teriakan pasien berikutnya yang mengalami hal senada dengan Cenna. 
Hmmm sangat menyenangkan bisa mengantar sendiri buah hati. Melihat waktu posyandu yang tak lama begini, sebaiknya cenna memang harus diantar sendiri oleh bundanya. Hanya 15 menit kira-kira kami di sana. Setelah itu, bunda janji mau izin telat kalo lagi nganter cenna posyandu. Berkumpul bersama para bunda yang lain membuat kita makin mantap menapaki hari2 menyenangkan menjadi bunda. 

Kamis, 08 September 2011

Ceplukan, Si Buah langka yang mememoar

.
 Jika anda pernah bermain di sawah pasti sedikit banyak tau sesosok buah yang konon menjadi kegemaran para bocah yang gemar main di sawah. Buahnya memiliki kelambu yang berbentuk seperti kelopak dengan kulit serabut, dalemnya sebesar kelereng namun rasanya tak jauh beda dengan tomat. Orang jawa menyebutnya Ceplukan atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan Physalis Angulata. Ceplukan saat ini teramat jarang ditemui. Bahkan ketika saya di bandung, suami saya yang notabene orang bandung ternyata tak begitu familier juga dengan buah ini.

Tapi kemarin sempet kaget juga sewaktu belanja di Borma market. ternyata ceplukan dijual di sana. Aneh, buah yang sering diperlambangkan sebagai simbol kendesoan seseorang yang memakannya justru telah menjadi salah satu herbal yang berfungsi  mengatasi beragam penyakit. 

Menurut catatan K. Heyne mengenai beberapa penelitian, ceplukan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan berbagai macam penyakit berikut ini:

  1. Penelitian Filet menemukan bahwa akar ceplukan dapat digunakan sebagai obat cacing yang berada di dalam rongga perut.
  2. Penelitian Dr. Boorsma menunjukkan bahwa seduhan akar tanaman ceplukan dapat digunakan sebagai obat sakit demam. Sementara, daun ceplukan, adas pulosari, garam, dan daun sirih, yang dicampur dengan cara diremas-remas, dapat digunakan sebagai salep bisul. Bisul yang diobati dengan salep daun ceplukan tersebut dapat pecah dengan cepat dan akan segera mengering.
  3. Penelitian De Clercq menunjukkan bahwa salep yang dibuat dari daun ceplukan dan kapur yang diremas halus, dapat digunakan sebagai obat luka dan penyakit kulit.
  4. Penelitian Ridlye menunjukkan bahwa air seduhan daun ceplukan dan urat (plantago), dapat digunakan sebagai obat kencing darah.
  5. Penelitian Rumphius menunjukkan bahwa daun ceplukan dapat dimanfaatkan sebagai sayuran sehat.
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tanaman ceplukan dapat digunakan dalam pengobatan beberapa macam penyakit sebagai berikut:
  • Bisul, Remasan daun ceplukan yang dioleskan pada bisul, akan membantu agar bisul cepat pecah dan mengering.
  • Gusi Berdarah, Buah ceplukan yang mengandung vitamin C dapat membantu mengobati penyakit gusi berdarah, yaitu dengan cara memakan segar sekitar 80 g (30 butir) buah ceplukan matang setiap hari.
  • brangkas-ceplukan-keringKencing Manis, Ceplukan dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat dalam perawatan penderita kencing manis. Bahan, cara pembuatan, dan cara penggunaannya adalah sebagai berikut. Rebus 5-10 g brangkas ceplukan kering dengan 400 ml air, pada suhu 90o C selama 15 menit (terhitung sejak suhu air perebusan mencapai suhu 90o C), sambil sesekali diaduk. Setelah diangkat, kemudian disaring. Cairan hasil rebusan dibiarkan hingga menjadi dingin. Kemudian diminum 2 kali sehari, masing-masing sebanyak ½ volume cairan rebusan tersebut. Cairan rebusan tidak boleh diminum lagi jika sudah disimpan lebih dari 24 jam. Cairan rebusan terasa pahit di mulut, namun akan segera hilang setelah berkumur. Reaksi awal yang akan dirasakan oleh penderita kencing manis adalah seringnya buang air kecil (urine). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kadar gula darah akan turun disertai dengan turunnya tekanan darah penderita.
 Lihat saja kemasan di samping, Buah ceplukan yang tadinya hanya sebagai buah ndeso yang hanya ada dalam kenangan masa kecil saja, sekarang justru dengan gayanya bertengger di supermarket2 dengan dicantumkan fungsi dan kegunaannya. Saya masih heran siapa sebenarnya yang memulai adegan ini. Jelas buah ini tak serta merta diambil dari sawah dimana pohonnya tumbuh diantara pematang, tapi besar kemungkinan buah ini dibudidayakan dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Selain di Indonesia khususnya pulau jawa, ceplukan juga tumbuh dan berkembang di Amerika Selatan, Australia dan selandia baru. Waw. mereka adalah negara yang paling terkenal mengekspor buah ke banyak negara, termasuk di Indonesia. Sya sebenarnya sedikit khawatir, dari mana asalah ceplukan yang tergelar di supermarket yang saya kujungi kemarin. kalau itu benar dari Indonesia, berarti benar omongan iseng yang sering mampir ke ketinga dan menjadi bahan ejekan saat itu, wahhh kita harus berkembang, sekarang semua negara telah melakukan perdagangan Internasional, apa yang bisa kita jual ke luar negeri ya/ y udah kita ekspor ceplukan aja..." hahaha... lantas guyonan itu sekarang justru menjadi kenyataan.

Namun yang paling miiris sebenarnya adalah, jika ternyata ceplukan yang terpajang dan dijual itu adalah hasil impor buah luar seperti dari amrik atau australi... Yang dulu menjadi guyonan, ternyata justru orang luar yang merealisasikannya. Malu sangat jika sampe Indonesia kemudia rame2 kita reunian dengan ceplukan yang malah dari luar ini. 



Kamis, 12 Mei 2011

Penyembuhan demam ala rosul

Termuat didalam Ash-Shahain, dari nafi’, dari ‘Umar, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata:Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air.
Seruan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat. Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang lain. Juga ucapan baliau: Apa yang ada diantara timur dan barat adalah kiblat.
Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui –ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah– ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.
Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruh tubuh.
Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam –sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor [Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), ciran empedu dan melancholy (black bile) peny.], maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: bilious (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi) yang jelas), phlegmi (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).
Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.
Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.
Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann.
Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam.
Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya The access to healing:Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginya. Dan katanya:Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-ragu.
Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar:Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkan.
Ucapan beliau demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau Panas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannam. Ini mengandung dua aspek:
Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya.
Yang dimaksud hadits itu mungkin tasybih (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat.
Al-Hamassi mengatakan:
Jika api cinta menyala di hatiku;
Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya;
Jika air dapat mendinginkan bagian luar;
Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya?
Ucapan beliau dengan air; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu ‘Imran Adh-Dhuba’i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan:’Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air’;atau beliau mengatakan:’dengan air zam-zam.
Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka. Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.
Abu Nu’aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: Apabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur.
Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin.
Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfu’kan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dingin.
Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi.
Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: Penyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam: Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besi.
Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlaku pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan.
Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan – kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.
Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakit seperti ini.
Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya:
Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal;
Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi!
Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan:
Penghapus dosa mengunjungi pujaannya;
Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu ? Aku jawab: Janganlah pergi!
Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku.
Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:Demam sehari adalah kaffarah setahun. Dalam hal ini ada dua pendapat:
Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas.
Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: Barang siapa yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. Wallahua’lam.
Berkata Abu Hurairah: Tidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai, selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah Ta’ala memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya.
At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jami’nya, dari hadits ibnu Rafi’ ibnu Khadij, yang dimarfu’kan kepada Nabi: Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allah.
Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, sesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahari dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan – yakni air yang dingin – dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materi yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satu hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat.
(Dikutipl dari Kitab Thibbn Nabawi, ditulis oleh Al-Imam Ibnul Qayyim)