Tampilkan postingan dengan label liputan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liputan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Liputan ketupat I

 Kesempatan mudik Tahun ini adalah yang pertama kalinya bertiga. Rasanya kurang dapet kalo liputannya ga ditulis di sini. Persiapan dimulai. Isi koper yang penuh direkomendasikan utnuk barangyang tak mudah diperlukan dalam perjalanan. yang dibawah ini adalah adaimana koper begitu fullsize. Ruang kosong diminimalisir banget agar barang dapat masuk dan terbawa tanpa banyak tas jinjing lainnya. Satu koper, tas perlengkapan di jalan, dan ci Miki agar Cenna tenang di jalan. Ada temen maen.




 SStttt... Cenna anteng, Bobo dalam kereta bersama Miky...
Suasana kereta Bisnis Malabar saat perjalanan dimulai, ada yang nekat ga dapet Kursi untuk semntara. Kali ini PT. KAI Mulai memperbaiki pelayanannya dengan tidak memasukkan penumpang melebihi kapasitas kursi. Paling maksimal hanya menambah 10% penumpang dari jumlah kursi yang tersedia. Sehingga perjalanan lebih nyaman. Semoga tahun berikutnya makin baik aja pelayanannya.
Ternyata Cenna bobo sampe pagi, bahkan sampe di taxi dan nyampe rumah eyang barulah ia bangun... Hadehh kerasan rupanya dia di kereta.

Minggu, 26 Juni 2011

Sluku2 bathok

Makna Yang Terkandung Dari Syair Lagu "SLUKU-SLUKU BATHOK"
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.
Begitulah bunyi atau syair yang terdapat lagu "SLUKU-SLUKU BATHOK" kalo di lihat dari syairnya secara kata per kata hanya sekedar guyonan atau cuma kata-kata yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, akan tetapi makna yang terkandung di dalamnya terdapat suatu ajaran yang sangat dalam sebagai petunjuk bagi kita semua untuk selalu ingat kepada yang Maha Kuasa (Allah SWT). Berikut ini artikel tentang makna yang terkandung di dalam lagu Sluku-Sluku Bathok di alamat : http://edisi17.blogspot.com/2008/08/sluku-sluku-bathok.html seperti berikut ini:
“SLUKU-SLUKU BATHOK”
Hidup bermasyarakat dapat diibaratkan dengan lalulintas, dimana masing—masing pribadi berkeinginan sampai ke tujuan dengan cepat dan selamat. Karena itu demi keselamatan perjalanan diperlukan adanya peraturan lalulintas atau rambu-rambu lalulintas.
Dalam rangka peraturan lalulintas kehidupan, Allah menetapkan peraturan-peratuan karena Allah lah yang paling mengenal manusia, sekaligus Allah tidak memiliki kepentingan atau pamrih. Karena itu, agama diterjemahkan antara lain, sebagai “peraturan-peraturan Ilahi yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat”.
Setiap orang yang beriman harus menyadari betapa pentingnya rambu-rambu kehidupan dan betapa agama mengantar manusia menelusuri jalan dengan aman dan selamat hingga sampai ke tujuan. Melewati jalur “Shirathal Mustaqim” ada-ada saja hambatan dan kesulitan yang dihadapi setiap manusia. Namun, setelah berjalan beberapa saat pasti yang ditemui dan dirasakan adalah kemudahan dan kenyamanan.
Itulah sebabnya Rasul silih berganti diutus-Nya, dan Rasul terakhir diberi mandat oleh-Nya yang bersifat global agar perincian peraturan dapat ditetapkan oleh manusia, sekaligus sejalan dengan petunjuk global tersebut. Petunjuk pelaksanaan disertai petunjuk teknis.
Para mubaligh tempo dulu era para wali sangat populer metode dakwah yang diterapkan melalui media kultural, seni dan budaya dapat dijadikan sebagai referensi bagi para pemerthati masalah-masalah agama, sosial dan budaya. Salah satu contoh adalah tembang atau kekidungan sebagai berikut :
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.
Sluku-sluku bathok, Bathoke ela-elo : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu. Membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa. Dalam lagu Indonesia Raya juga mendahulukan jiwa lebih dulu : Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya ...
Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah.
Si Rama menyang Solo : Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Allah menciptakan Jin dan manusia tidak lain adalah agar supaya menyembah, menghambakan diri kepada-Nya. Menyadari betapa besarnya anugerah dan jasa yang telah diperoleh manusia dan betapa bijaksana Allah dalam segala ketetapan dan pekerjaan-Nya. Kesadaran ini dapat mendorong seorang hamba untuk beribadah kepada Allah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima. Manusia sendirilah yang akan memperoleh manfaat ibadah yang dilakukannya.
Oleh-oleh payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi. Kesadaran akan hidup yang kekal di akhirat, menumbuhkan semangat untuk mencari bekal yang diperlukan.
Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekka dhuwit : Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih banda-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.
Demikian, kilas balik rekaman masa kanak-kanak ketika ngaji di surau. Jethungan, gebak sodor, jamuran dan model-model permainan lainya, penuh simbol menuju kesadaran beragama. Dengan sarana-prasarana serta serta fasilitas yang murah-meriah, pesan-pesan moral dapat terserap di hati masyarakat.
Dakwah keagamaan dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan bentuk cara dan penekanan. Dahulu pemaparan ajaran agama dititik beratkan pada usaha mengaitkan ajaran-ajarannya dengan alam metafisika, sehingga surga, neraka, nilai pahala dan beratnya siksaan mewarnai hampir setiap ajakan keagamaan.
Dalam zaman perkembangan IPTEK sekarang ini aktivitas keagamaan pada umumnya dimaknai oleh usaha menghubungkan antara ajaran agama dan pembangunan masyarakat. Ajaran agama diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam pembangunan dalam arti luas sambil membentengi penganut-penganutnya dari segala macam dampak negatif yang mungkin terjadi akibat kemajuan IPTEK, akibat pembangunan.
Tembang sluku-sluku bathok sekedar contoh bagaimana para mubaligh tempo dulu menyampaikan pesan-pesan ajaran agama yang dikemas sedemikian rupa sehingga terkesan di hati. Rupanya, kita masih harus banyak belajar memilih dan memilah materi dakwah. Kalau tidak, mungkin diam lebih bermanfaat daripada bicara.
Mudah-mudahan kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu "SLUKU-SLUKU BATHOK". Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta (Allah SWT).

Kamis, 24 Maret 2011

tantangan baru : parcel tanaman hias

Hari raya keagamaan, biasanya dijadikan momen untuk memberikan parcel kepada koleganya. Para pengusaha biasa memberikan parcel kepada pelanggannya. Juga perorangan memberikan kepada saudaranya. Sering juga pengusaha memberikan kepada pejabat pemerintah. Pada umumnya parcel berisi makanan ringan dan minuman kaleng. Namun dalam perkembangannya ada parcel berisi peralatan memasak, atau peralatan rumah tangga lainnya.
Rangkaian tanaman hias hidup dalam pot, bisa digunakan sebagai alternatif parcel. Parcel tanaman hias masih terbilang jarang di Indonesia. Pemberian parcel tanaman hias memberikan kesan eksklusif. Pemberian parcel tanaman hias, tidak hanya terbatas saat hari raya keagamaan saja. Momen pemberiannya tidak terbatas. Untuk acara valentine, ulang tahun, acara pernikahan, atau peresmian kantor maupun toko dll. Disamping juga parcel tanaman hias sebagai alternatif pemasaran. Dapat menaikan jumlah penjualan dan meningkatkan nilai jual tanaman hias.
Tanaman hias yang baik digunakan untuk parcel adalah kaktus, sukulen, aglaonema, anthurium, sanseviera, euphorbia, adenium unik, anggrek dan bonsai. Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan target penerimanya dan momen acaranya. Pembuatan parcel untuk tanaman tunggal (aglaonema, anthurium, adenium, bonsai), bisa memakai pot keramik dan ditambah ikatan pita pada pot tersebut. Warna pita bervariasi sesuaikan dengan tanaman hias tersebut. Bisa ditambahkan pula alas keranjang rotan. Untuk tanaman hias yang majemuk (sanseviera, kaktus, sukulen, anggrek), gabungkan beberapa tanaman hias tersebut seserasi mungkin sehingga indah dilihat. Untuk menambah keindahan dan terlihat lebih cantik, hiasi dengan pita warna warni.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat parcel tanaman hias;
  1. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan penerima dan jenis acaranya. Untuk hadiah ulang tahun bisa dipilihkan tanaman hias Aglaonema warna merah mencolok, hal ini memberikan kesan yang ceria. Anthurium dengan kesan mewah, gagah, wibawa dan gengsi. Dapat dipilih untuk diberikan kepada seseorang yang sedang promosi jabatan.
  2. Untuk pemakaian alas keranjang supaya ditambahkan tanaman dalam pot kecil. Ini berfungsi disamping sebagai pemanis, bisa sebagai pengisi ruang kosong. Sehingga tanaman hias utama tidak goyang saat pengiriman.
  3. Dihindari penggunaan tutup plastik. Terutama untuk tanaman hias yang berdaun tipis atau lebar. Daun bisa gosong. Dan tanaman layu. Namun kalaupun perlu, plastik bisa diberi lubang-lubang kecil. Dan gunakan untuk kaktus atau sukulen.
  4. Tambahkan kartu ucapan selamat, seperti parcel lainnya. Selain itu, untuk memberikan kesan profesional, berikan tips cara merawat tanaman hias yang ada dalam parcel tersebut, misalnya bagaimana cara merawat anggrek yang benar.
Momen Idul Fitri tinggal 2 bulan lagi, rasanya masih cukup waktu untuk mempersiapkan tanaman hias anda. Agar sehat kompak dan lebih indah. Saatnya nanti sudah siap untuk rangkaian parcel. Jaga tanaman hias anda. Jangan sampai saatnya tiba, tanaman hias anda terserang hama atau kurang terurus. Sehingga kesempatan mendongkrak penjualan dan meraih untuk yang lebih akan hilang.